aneh

6 tahun saya hidup di asrama, dengan rutinitas yang hampir sama, pembina yang itu-itu saja, teman seangkatan yang tak banyak berubah, tempat yang sama, pengajar yang tak jauh beda. Anehnya, saya tidak merasa bosan, tidak pernah merasa sendirian.
Tapi, hampir 3 tahun saya hidup dengan lingkungan yang berbeda total. Orang-orang bru, pengajar baru, tempat tinggal baru, lingkunagn baru. Anehnya, saya sering merasa bosan dan senidri. Merasa ingin cepat-cepat keluar dan mencari lingkunan baru.
Aneh saja.

beingindonesian:

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei, yang diambil dari hari lahir Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara.
Ki Hajar Dewantara (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat) adalah tokoh pendiri perguruan Taman Siswa di Yogyakarta pada 3 Juli 1922. Beliau dikenal sebagai salah satu dari Tiga Serangkai bersama Douwes Dekker dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo yang pernah diasingkan di Belanda karena menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya Aku Seorang Belanda). Ki Hajar Dewantara juga menjabat sebagai Menteri Pengajaran Indonesia pada awal kemerdekaan RI.

beingindonesian:

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei, yang diambil dari hari lahir Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat) adalah tokoh pendiri perguruan Taman Siswa di Yogyakarta pada 3 Juli 1922. Beliau dikenal sebagai salah satu dari Tiga Serangkai bersama Douwes Dekker dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo yang pernah diasingkan di Belanda karena menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya Aku Seorang Belanda). Ki Hajar Dewantara juga menjabat sebagai Menteri Pengajaran Indonesia pada awal kemerdekaan RI.

(Source: beingindonesian)

beingindonesian:

SUBMISSION: adrkrist. Thank you.
Bontang Kuala, Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia.

beingindonesian:

SUBMISSION: adrkrist. Thank you.

Bontang Kuala, Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia.

(Source: beingindonesian)

Minggu yang melelahkn. Dari hari jumat sampai minggu saya menghabiskan waktu yang tidak biasa diperpus. Berhubung program studi d3 akan diakreditasi besok seninnya, maka kami diminta untuk menyiapkan perpus sebaik-baiknya karena kelengkapan perpus juga masuk dalam penilaian.

Ternyata imbasnya masih sampai sekarang. Saya masih merasa pusing dan mengantuk walaupun sudah merasa cukup tidur. Parahnya, saya tidak dapat menahan nafsu buat berPES ria dikos teman. Diperparah lagi, ada tugas komputasi perpan yang belum kelar. Parahnya lagii, website untuk HMJ juga belum selesai-selesai. Saya mersa sedikit tertekan.

Imbas yang lain, saya harus merelakan ujian getaran mekanik padahal beberapa hari sebelem ujian saya sudah bertekad untuk menyelesaikan yang belum saya pelajari dari buku Engineering Vibration. Manusia memang hanya bisa berencana. Yang paling parah, saya belum bisa membendung keinginan saya untuk menonton setiap pertandingan Liverpool. Untuk soal yang satu ini, walaupun besok ada ujian 10 matakuliah, saya tetap merelakan untuk nonton Liverpool. Disini, loyalitas dan kebodohan menjadi samar menurut saya. Hampir tidak ada bedanya.

Tetapi, dibalik semua itu, dibalik hal baik atau buruk yang terjadi, saya merasa selalu ada yang disyukuri.

1.      1.  Saya bisa menikmati menu makan yang tidak biasa. Bayangkan, menu saya tiga hari tidak jauh-jauh dari ayam goreng dan masakan padang.

2.     2.   Ternyata, tugas komputasi perpindahan panas diundur selama seminggu karena ada kegiatan akreditasi tadi.

3.      3.  Perpus lebih bersih dan tertata. Sejak lama saya idam-idamkan ternyata harus ada acara akreditasi juga agar semuanya tampak bersih dan wangi.

Hasilnya, saya begitu kewalahan minggu-minggu ini walaupun sudah saya bawa tidur berjam-jam ternyata lelah itu belum hilang-hilang. Dan entah kenapa, saya tiba-tiba rindu akan suasana rumah, nonton bola dirumah, masakan rumah, panas yang tidak biasanya Kalimantan, sulitnya mencari warnet di kampung halaman saya. Saya tidak penah serindu ini dengan rumah. Sekalipun belum pernah. Keliatanaya saya harus benar-benar pulang liburan ini.

(via toinspireyou, abeautifulsystem)
lovequotesrus:

Photo Courtesy: tiffanywilliam

lovequotesrus:

Photo Courtesy: tiffanywilliam

(via tina-yuliani)

beingindonesian:

Jailolo Port, Halmahera, North Maluku, Indonesia.
The boat, the sea, the sky and the rainbow (by yadiyasin)

beingindonesian:

Jailolo Port, Halmahera, North Maluku, Indonesia.

The boat, the sea, the sky and the rainbow (by yadiyasin)

(via beingindonesian)

beingindonesian:

Diving Wakatobi, Southeast Sulawesi, Indonesia by csabatokolyi.

beingindonesian:

Diving Wakatobi, Southeast Sulawesi, Indonesia by csabatokolyi.

(via beingindonesian)

Pertanyaan Mendasar

Tiba-tiba saja saya menjadi ragu akan masa depan yang menunggu saya. Setiap kali ada yang meminta surat bebas perpus karena sebentar lagi akan lulus, setiap kali itu juga saya mencoba menerka apa yang akan dilakukan oleh mahasiswa yang sebentar lulus tadi. Apakah langsung ikut wawancara sana-sini agar mendapat pekerjaan atau melakukan hal-hal lain. Menjadi aktivis lingkungan misal atau mengabdikan diri di kampung halaman sebagai bentuk pengabdian diri ke masyarakat sambil menunggu waktu yang tepat untuk mencari pekerjaan. Saya membayangkan banyak hal.
 Saya menanyakan pada diri saya sendiri, apakah siap sebagai manusia penyandang gelar sarjana atau sarjana hanya kata tambahan saja? Apakah ilmu yang saya terima dibangku yang dianggap orang sebagi bangku orang-orang terdidik ini sudah cukup membentuk pola pikir dan membuat saya lebih bijak dalam memilih? Atau mungkin nanti saya kalah dengan waktu dengan cepat menuanya saya tetapi yang saya dapat adalah nol besar?
Dan mungkin ketika saya lulus, apakah saya akan keluar sebagai individu yang bisa membawa perubahan dimanapaun saya menetap nantinya? Apakah saya siap meninggalkan tempat lama saya dan berinterkasi dengan lingkungan baru? Dan yang paling mendasar, apakah saya siap atau bisa berubah nantinya?Perasaan takut dan ragu-ragu tadi berkutat sedemikian lama di kepala saya.